Wednesday, April 29, 2009

Ragam Budaya Indonesia Suryo Sumirat Sanggar Tari Solo

Solo merupakan kota budaya yang memiliki banyak peninggalan sejarah berupa bangunan kuno yang menyimpan banyak kisah. Berbagai seni dan budaya banyak ditemui di kota Solo. Peran warga merupakan pilar utama demi terciptanya peninggalan sejarah yang ada di kota Solo ini. Sebagai bukti disana terdapat Yayasan Suryo Sumirat, yayasan binaan Pura atau Kraton Mangkunegaran.

Suryo Seni tari yang ada juga terus dijaga yang dulu pernah menghibur pertunjukan untuk para raja maupun untyuk kalangan rakyat. Suryo Sumirat merupakan sanggar tari yang membawaqkan tarian-tarian sakral milik Pura Mangkunegaran. Gusti Pangeran Haryo Herwasto Kusumo, adik kandung Sri Paduka Mangkoenagoro IX, Raja di Pura Mangkunegaran merupakan pendiri saanggar tari ini. Pura Mangkunegaran sebagai tempat latihan mengajarkan tari-tari tradisional dan kreasi baru yang banyak bersumber pada tari Swara Mahardika pimpinan Guruh Soekarno Putra. Yayasan Suryo Sumirat memiliki peserta didik lebih dari 400 anak didik. Peserta didik tidak hanya berasal dari kalangan bangsawan, tetapi juga bagi kalangan masyarakat biasa yang memenuhi syarat dan bakat bisa diterima dan dilatih. Para penari sering diundang ke berbagai daerah untuk melakukan pertunjukan. Selain itu penari juga melakukan pertunjukan di Pura Mangkunegaraan.

Ide untuk menyalurkan serta menggali kembali tari-tari tradisional yang pernah populer menjadi titik bahasan oleh Gusti Pangeran Haryo Herwasto Kusumo. Banyak sekali sanggar tari yang berdiri di Solo. Sanggar tari tersebut mengajarkan berbagai tarian, mulai dari tarian tradisional, modern hingga kontemporer. Tetapi Suryo Sumirat adalah sanggar tari yang satu diantara sedikit yang mengajarkan tari untuk anak-anak dan sekaligus untuk dewasa.

No comments:

Post a Comment